
Hidrografi II
Mata kuliah Hidrografi II memberikan pemahaman dasar mengenai prinsip navigasi dan seamanship yang menjadi fondasi dalam pelaksanaan survei hidrografi. Materi mencakup pengantar ilmu navigasi, penggunaan alat bantu navigasi, penentuan posisi di permukaan, bawah, dan dasar laut, serta pengenalan Inertial Navigation Systems (INS). Mahasiswa juga dibekali prinsip seamanship dalam operasi hidrografi, standar internasional hidrografi melalui publikasi IHO termasuk penerapan standar survei S-44, serta pemahaman peta laut, fungsi, jenis, simbolisasi, dan publikasi navigasi. Selain itu, mata kuliah ini melatih mahasiswa mengakses dan memanfaatkan data kelautan baik dari sumber bebas akses maupun publikasi sekunder, memahami metode survei hidrografi untuk berbagai tipe spesifik, dan mengembangkan keterampilan komunikasi melalui presentasi kelompok mengenai prosedur serta instalasi survei hidrografi.

Manajemen dan Etika Geomatika
Mata kuliah Manajemen dan Etika Profesi Geomatika membahas prinsip-prinsip manajemen proyek dan etika profesi dalam praktik Teknik Geomatika secara terpadu. Mahasiswa mempelajari perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian proyek survei dan pemetaan, termasuk aspek waktu, biaya, sumber daya, hukum, serta kewirausahaan di bidang geospasial. Selain itu, mata kuliah ini mengkaji etika profesi geomatika, standar kompetensi, regulasi, sertifikasi, serta dilema etika yang muncul dalam praktik profesional, khususnya pada era digital yang ditandai dengan pemanfaatan data geospasial, teknologi informasi, dan kecerdasan buatan.

Pencitraan Bawah Air
Mata kuliah ini membahas prinsip, teknologi, dan teknik akuisisi citra di lingkungan bawah air untuk keperluan survei dan pemetaan kelautan. Topik meliputi karakteristik cahaya dan suara di dalam air, sistem pencitraan optik dan akustik, kalibrasi dan koreksi citra, serta interpretasi hasil pencitraan untuk analisis objek atau morfologi dasar perairan. Mahasiswa akan mempelajari teori, melakukan studi kasus, dan praktik pengolahan data pencitraan bawah air untuk mendukung kegiatan survei geospasial kelautan.




